19 August 2017

Kenapa Banyak Orang Mengejar Nilai?

Nilai. Apa sih nilai itu? Kenapa nilai dijadikan sebuah patokan cerdas tidaknya seseorang? Sampai saat ini saya pun masih tidak mengerti, kenapa orang-orang berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai tertinggi.

nilai
Nilai

Yang ingin saya tulis kali ini tentang sekolah sebenarnya, di mana para murid berlomba untuk mendapat nilai tertinggi dengan segala cara, mulai dari belajar hingga cara licik juga terkadang dilakukan. Sudah beberapa minggu saya memendam pikiran ini, tetapi baru saya terpikir untuk menulis di blog.

Kenapa yang mereka kejar di sekolah itu nilai? Padahal apasih tujuan kita bersekolah? Mungkin kebanyakan orang akan menjawab seperti "Untuk Mencari Ilmu". Omong kosong! Kebanyakan dari mereka lebih mencari nilai. Tapi beberapa minggu lalu saya berpikir kenapa orang lebih mementingkan nilai ketimbang ilmu itu sendiri.

Padahal dengan bertambahnya ilmu maka kita akan memahami sesuatu, contohnya materi pelajaran. Dan nilai sebagai hasil dari ilmu yang telah kita dapat dan pelajari. Tetapi banyak orang yang lebih memilih jalan pintas dengan mencontek saat ulangan ketimbang bertanya kepada teman yang lebih mengerti, ya walaupun tidak semuanya begitu. Lantas apa saja yang menyebabkan hal itu terjadi?



Permasalahannya 

1. Nilai Lebih Dihargai

Menurut saya banyak orang menganggap rendah orang yang mendapat nilai kurang bagus diantara teman-temannya, sehingga mereka akan berusaha mendapatkan nilai bagus dengan berbagai cara. Padahal tidak sedikit orang-orang pintar yang tidak ingin terlihat menonjol, sehingga dia bersikap biasa dan tidak mau mendapat nilai tinggi agar bisa dihargai orang.

2. Ingin Dianggap Pintar

Percayakan anda jika banyak orang merasa pintar saat mendapat nilai bagus, padahal ia tidak paham apa yang baru saja ia kerjakan. Nyatanya banyak orang seperti ini, mereka ingin lebih dihargai sebagai orang pintar.

3. Pintar Harus Dapat Nilai Bagus

Jika sudah dicap oleh guru dan teman-temannya, maka tidak jarang akan menjadi beban kedepannya. Ia dituntut untuk selalu mendapat nilai bagus untuk membuktikan kepintarannya.

4. Pintar sama dengan Cerdas

Menurut saya pintar dan cerdas itu berbeda, tapi banyak orang yang menganggapnya sama. Jika mereka pintar, mereka sudah pasti cerdas. Menurut saya tidak seperti itu, pintar itu hanya paham dalam pelajaran di atas kertas, tetapi kurang pandai dalam kehidupan sesungguhnya. Dan orang-orang cerdas adalah orang yang mampu berpikir tepat secara cepat dalam segala tindakannya.

Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan, karena saya hanya menuliskan keresahan saya pribadi yang banyak terjadi di masyarakat kita. Saya sendiri kurang setuju jika banyak orang bersekolah hanya mengejar nilai untuk ijazahnya, tanpa mendapatkan ilmu yang disampaikan oleh gurunya.

Atas segala lebih dan kurangnya tulisan ini saya mohon maaf, jika ada yang setuju atau mungkin ingin menambahkan boleh tulis di kolom komentar. Atau jika ingin memberi kritik dan saran juga boleh.

Nama gue Hanif, 20tahun. Pecinta kopi saset seribuan, suka baca dan nulis. FIFA is my life (dilarang merokok)

Comments

4 comments

ntapzz... nice artikel

wkeowkewokeo bener banget kalo dapet nilai rendah sedikit di kucilkan oleh orang.

yang menjadi pertanyaanya. kamu pintar tapi karakter dan moral bobrok apa jadinya.

thanks gan atas sharenya

padahal sebenernya yang perlu itu "kejujuran" tapi entah kenapa di negri tercinta ini nilai lebih dianggap mahal dari pada sebuah kejujuran :(


EmoticonEmoticon