27 Agustus 2017

Belajar Sedikit Tentang Database

Belajar Database

Kali ini HaniMau bahas tentang database, tapi sebelum itu kita harus tau dulu apa itu database. Database itu apa sih? Database bisa dibayangkan sebagai beberapa rak yang tersusun di dalam lemari. Dalam susunan rak tersebut bisa kita susun kumpulan baju sesuai tempat dan kebutuhannya, misal penempatan baju untuk pergi dan untuk tidur pastinya berbeda, yang bertujuan untuk memudahkan penempatan baju tersebut atau dalam pengaplikasiannya kita sebut data.

Database terdiri dari kata Basis dan Data. Basis adalah ruang, markas, atau gudang yang digunakan untuk penyimpanan, dan Data adalah faktualisasi objek dalam dunia nyata, contohnya mahasiswa, penduduk, kota dan lain-lain.

Jadi definisi database adalah kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan menurut aturan tertentu yang disimpan dalam media penyimpanan tertentu.
Database dibuat untuk memberikan informasi secara cepat dan akurat, sehingga akan mempermudah suatu pekerjaan.

Fungsi dan Tujuan penerapan database di dunia modern saat ini sebagai berikut:

  • Accuracy

Dengan manajemen sistem yang baik antar tabel atau file, maka informasi suatu objek akan mudah diakses dengan keakuratan yang tinggi.

  • Spacebility

Memaksimalkan penggunaan ruang penyimpanan dengan memperkecil kemungkinan pengulangan data yang sama secara terus menerus hingga menyebabkan kapasitas penyimpanan berkurang.
Speed
Dengan melakukan efisiensi pada media penyimpanan, diharapkan akan meningkatkan kecepatan dalam mengakses data yang tersimpan dalam database.

  • Availability 

Jika penggunaan database dalam waktu lama, maka akan menimbun data dan menyebabkan kapasitas database menjadi besar sehingga akan berakibat dengan berkurangnya media penyimpanan. Dengan memilah data yang tidak penting, kita bisa membuat media penyimpanan tetap terjaga kapasitasnya.

  • Security

Dengan memiliki sistem database yang baik, kita dapat menerapkan aturan keamanan hak akses terhadap data server, penggunaan, dan aliran data pada sistem informasi.

  • Completeness

Kelengkapan sebuah data dalam struktur database harus diperhatikan untuk memberi keleluasaan pengguna dalam mengembangkan data menjadi lebih lengkap, seperti dalam penambahan record, atau pengubahan struktur data.

  • Sharebility

Pemakaian data dalam sebuah organisasi pasti tidak hanya dengan satu komputer saja, tapi sering kali dibagi dengan beberapa komputer yang berbeda lokasi dalam sebuah jaringan yang sering disebut sharing.

Komponen Database Server

Piranti Keras

Piranti keras atau hardware diperlukan untuk menjalankan proses database server, dan beberapa piranti yang diperlukan adalah:

a. Satu unit komputer yang akan digunakan sebagai server dengan spesifikasi:
Processor minimal Pentium IV
RAM minimal 512 MB
Hard Disk
LAN Card
DVD Drive
Monitor
Keyboard
Mouse



b. Media Penyimpanan
Media penyimpanan yang dimaksud harus mampu memberikan dukungan sebagai media penyimpanan cadangan sebagai backup jika suatu waktu terjadi masalah.

c. Sistem Jaringan
Sistem jaringan diperlukan untuk mendukung aliran data dari tiap komputer yang tehubung ke database server.

Sistem Operasi

Merupakan aplikasi utama untuk menjalankan dan mengendalikan tiap proses dalam komputer. Kita bisa menggunakan sistem operasi yang mampu menjalankan server database, seperti Windows, Linux, Sun Solaris, dan lainnya.

Aplikasi Database (DBMS)

Pengelolaan database tidak bisa dilakukan secara fisik, tapi diperlukan juga sebuah aplikasi yang khusus menyediakan fasilitas database. Aplikasi ini disebut DBMS (Database Management System), yang bertugas untuk menentukan bagaimana data beroperasi, disimpan, diubah, dan ditampilkan dalam sebuah user interface (tampilan pengguna). Umumnya sistem pengelola database (DBMS) memiliki beberapa komponen fungsional, seperti:

  • File Manager, digunakan untuk manajemen alokasi pengelolaan kapasitas media penyimpanan.
  • Database Manager, menyediakan fasilitas interface antara data pada level terendah dengan program aplikasi yang telah dibuat.
  • Query Processor, mentranlasikan setiap query yang diberikan menjadi perintah low level yang lebih dimengerti database manager.
  • DML PreCompiler, Mengubah perintah data manipulation language yang diberikan oleh program aplikasi interfacing menjadi bentuk prosedur pemanggilan yang berinteraksi dengan query processor. DML (Data Manipulation Language) adalah kumpulan perintah SQL yang dapat digunakan untuk mengolah data yang ada dalam tabel.
  • DDL Compiler, berfungsi mentranlasikan perintah DDL ke dalam bentuk tabel yang nantinya akan menjadi sebuah kamus data. DDL (Data Definition Language) adalah kumpulan perintah SQL yang dapat digunakan untuk mengolah struktur dan definisi tipe data pada objek database.

Pengguna (User) 

End User

Pengguna yang berinteraksi dengan database menggunakan aplikasi executable yang sudah dibangun dan disusun oleh programmer untuk mengakses database pada server dengan mudah. Contohnya seperti karyawan yang bekerja dikantor.

Specialized User 

User ini juga sering menggunakan aplikasi database yang tidak lazim untuk keperluan tertentu seperti pencitraan satelit, sistem pakar, dan sebagainya.

Casual User

Pengguna ini tidak memerlukan aplikasi khusus untuk mengakses database, namun user ini langsung mengakses dan memanajemen database menggunakan query secara langsung sehingga lebih cepat responnya.

Programmer

User ini melakukan interaksi database dengan merancang dan mengembangkan sebuah aplikasi untuk memudahkan end user melakukan interfacing dengan database server. Biasanya programmer menggunakan aplikasi dengan bahasa pemrograman seperti pascal, delphi, basic, visual C++ atau java.

Seperti itu pengertian dan komponen yang diperlukan dalam membuat sebuah database. Jika ada kekurangan mohon dimaafkan.



Nama gue Hanif, 20tahun. Pecinta kopi saset seribuan, suka baca dan nulis. Kalian bisa temenan sama gue di FB ataupun IG kok.